Kakeibo, Seni menyimpan Uang Ala Orang Jepang

Halo sobat Kepopedia, kali ini kita akan membahas Kakeibo, Seni menyimpan Uang Ala Orang Jepang.

Kamu masih belum menemukan cara mengatur keuangan yang pas? Mungkin kamu bisa menerapkan cara satu ini, yaitu metode Kakeibo.

Kakeibo merupakan cara mengatur keuangan ala ibu rumah tangga di Jepang. Istilah ini dibaca kah-keh-boh dan memiliki arti buku besar atau catatan keuangan rumah tangga.

Apa itu Kakeibo dan bagaimana caranya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini

Kakeibo adalah metode tradisional Jepang untuk mengatur keuangan pribadi. Dengan menggunakan prinsip-prinsip yang sederhana, Kakeibo membantu individu atau keluarga dalam mengelola pengeluaran dan menabung dengan lebih efektif. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih lanjut tentang Kakeibo, sejarahnya, prinsip-prinsipnya, keuntungannya, serta langkah-langkah praktis untuk menggunakannya.

Apa itu Kakeibo?

Kakeibo, Seni menyimpan Uang Ala Orang Jepang

Kakeibo, secara harfiah berarti “buku akuntansi rumah tangga,” adalah sistem pencatatan pengeluaran yang dikembangkan oleh Motoko Hani pada awal abad ke-20 di Jepang. Kakeibo berfungsi sebagai alat bantu bagi individu atau keluarga untuk memonitor dan mengendalikan pengeluaran mereka dengan lebih efektif.

Sejarah Kakeibo

Kakeibo pertama kali diperkenalkan oleh Motoko Hani pada tahun 1904 melalui buku yang berjudul “The Women’s Financial Journal” (Jurnal Keuangan Wanita). Sejak itu, Kakeibo telah menjadi metode populer dalam mengatur keuangan pribadi di Jepang. Buku Kakeibo yang tradisional memiliki format bulanan dan memungkinkan pengguna untuk mencatat dan menganalisis pengeluaran mereka secara terperinci.

Mengenal Kakeibo

Secara sederhana, Kakeibo adalah cara mengatur keuangan dengan menggunakan sistem pembukuan jurnal yang dilakukan secara manual atau dengan tulisan tangan.

Tujuan dari tulis tangan dalam Kakeibo adalah agar Anda memiliki kesadaran emosional terhadap setiap pengeluaran yang dicatat sehingga Anda bisa menunda keinginan membelanjakan uang untuk hal yang kurang penting di masa mendatang.

Kakeibo diperkenalkan pertama kali oleh seorang wartawan bernama Makoto Hani pada tahun 1904. Sampai saat ini, Kakeibo masih dilakukan oleh masyarakat Jepang.

Hal ini didukung oleh Fumiko Chiba, seorang penulis yang mempopulerkan istilah ini melalui bukunya yang berjudul Kakeibo: Seni Menyimpan Uang Jepang.

4 Pertanyaan Penting Saat Mengelola Keuangan dengan Teknik Kakeibo

Jika Anda ingin memiliki kondisi keuangan yang baik dengan menggunakan metode Kakeibo, jawablah empat pertanyaan yang dapat membantu Anda mengelola keuangan.

1. Berapa Banyak Uang yang Dimiliki?

Di sini kamu bisa menjawab dari mana saja sumber uang yang dimiliki dan berapa banyak yang didapatkan. Jika seorang pekerja kantoran maka Anda bisa memprediksi mendapatkan gaji setiap bulan. penghasilan harian, mingguan, atau per bulan. Dan jika seorang pekerja lepas berarti mendapatkan uang setelah proyek selesai.

2. Berapa Jumlah Uang yang Ingin Disimpan?

Orang yang paling tahu berapa banyak uang yang dimilikinya adalah dirinya sendiri, begitu pun jumlah uang yang ingin di simpan. Tentukanlah tujuan keuanganmu dan buatlah target untuk mencapainya. angat untuk menyimpan uang.

3. Berapa Banyak Uang yang Rutin Dibelanjakan?

Kakeibo membagi daftar kategori pengeluaran menjadi empat pos, yaitu:

  • Bertahan hidup adalah kebutuhan pokok seperti kewajiban, biaya makan, dan sebagainya.
  • Opsional adalah kebutuhan sekunder seperti hiburan, jalan-jalan, makan di luar, dan lainnya.
  • Budaya adalah wawasan tambahan seperti buku, film, dan majalah.
  • tambahan adalah pengeluaran lainnya seperti kado, perbaikan rumah, biaya servis, dan lainnya.

4. Bagaimana cara meningkatkan Uang yang Dimiliki Saat Ini?

Kamu sudah mengetahui berapa uang yang dimiliki, untuk disimpan, dan pengeluaran. Selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan uang yang dimiliki saat ini.

Seiring bertambahnya usia maka akan semakin bertambah juga kebutuhan dan pengeluaran sehingga penting bagi seseorang untuk meningkatkan pendapatannya. Selain itu kamu juga bisa menganalisa dari poin 3, kira-kira pos pengeluaran mana yang bisa ditekan sehingga bisa dipecat untuk ditabung.

Empat pertanyaan di atas ada di dalam buku Kakeibo yang ditulis oleh Fumiko Chiba. Jika Anda penasaran lebih dalam mengenai metode ini, Anda dapat membeli di toko buku terdekat.

Prinsip-prinsip Kakeibo

1. Pemisahan pengeluaran

Prinsip pertama dari Kakeibo adalah memisahkan pengeluaran menjadi kategori yang berbeda, seperti makanan, transportasi, hiburan, dan lain-lain. Dengan memisahkan pengeluaran, kita dapat melihat dengan jelas berapa banyak uang yang dihabiskan dalam setiap kategori, dan dengan demikian, lebih mudah untuk mengevaluasi dan mengendalikan pengeluaran.

2. Pencatatan harian

Prinsip Kakeibo selanjutnya adalah mencatat pengeluaran harian. Setiap hari, pengguna Kakeibo diharapkan mencatat semua pengeluaran yang terjadi, bahkan yang terkecil sekalipun. Dengan mencatat setiap pengeluaran, kita dapat memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana uang kita digunakan setiap hari.

3. Refleksi dan evaluasi

Prinsip Kakeibo berikutnya adalah melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pengeluaran yang telah dicatat. Dengan secara teratur melihat kembali catatan pengeluaran, kita dapat mengidentifikasi pola pengeluaran yang kurang efektif atau boros. Hal ini memungkinkan kita untuk membuat perubahan yang diperlukan dan menghemat uang di masa depan.

4. Rencana pengeluaran

Prinsip terakhir dari Kakeibo adalah merencanakan pengeluaran bulanan berikutnya. Berdasarkan catatan pengeluaran dan evaluasi yang telah dilakukan, pengguna Kakeibo dapat membuat rencana pengeluaran yang lebih bijaksana untuk bulan berikutnya. Rencana ini mencakup alokasi dana untuk setiap kategori pengeluaran dan membantu mengarahkan pengeluaran dengan lebih efektif.

Keuntungan Menggunakan Kakeibo

1. Pengelolaan keuangan yang efektif

Dengan menggunakan Kakeibo, individu atau keluarga dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih efektif. Dengan mencatat dan memisahkan pengeluaran, serta melakukan evaluasi teratur, kita dapat memiliki kontrol yang lebih baik atas uang yang kita habiskan.

2. Membantu mencapai tujuan keuangan

Kakeibo juga membantu dalam mencapai tujuan keuangan. Dengan memiliki rencana pengeluaran yang jelas, kita dapat mengalokasikan uang dengan bijaksana untuk memenuhi kebutuhan dan menyisihkan tabungan. Hal ini memungkinkan kita untuk merencanakan dan mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Mengurangi stres keuangan

Penggunaan Kakeibo dapat mengurangi stres keuangan. Dengan memiliki kontrol yang baik atas pengeluaran dan mengetahui dengan pasti berapa banyak uang yang tersedia, kita dapat menghindari situasi keuangan yang tidak terduga dan merasa lebih tenang secara finansial.

4. Peningkatan kesadaran finansial

Dengan mencatat dan menganalisis pengeluaran secara teratur, Kakeibo membantu meningkatkan kesadaran finansial. Kita menjadi lebih sadar tentang kebiasaan pengeluaran dan kecenderungan boros yang mungkin kita miliki. Hal ini memungkinkan kita untuk membuat perubahan yang diperlukan dan menjadi lebih bijaksana dalam mengelola uang.

Cara Mengatur Keuangan dengan Metode Kakeibo

Kakeibo merupakan seni mengatur keuangan dengan mencatat semua uang yang masuk dan keluar. Untuk kamu yang ingin mencobanya, yuk ikuti cara menerapkan metode kakeibo di bawah ini.

1. Catat Uang Masuk dan Prediksi Uang Keluar

Cara mengirit uang ala Kakeibo dimulai dengan mencatat uang yang masuk dan prediksi uang yang keluar. Catat semua uang yang masuk baik itu dari penghasilan utama dan penghasilan sapingan. keluar seperti kebutuhan pokok dan kewajiban jika ada.

2. Alokasikan ke Menabung

Setelah memiliki prediksi pengeluaran, selanjutnya alokasikan sisa uang untuk ditabung. penganggaran Kakeibo mengajak Anda untuk menyimpan di awal agar di kondisi selanjutnya Anda bisa dengan bijak membelanjakan sisa uang yang ada.

3. Catat Pengeluaran Secara Rinci

Cara mengatur keuangan ala kakeibo yaitu mencatat pengeluaran secara rinci. Di sini, setiap sen uang yang beredar wajib dicatat di jurnal atau aplikasi keuangan yang Anda miliki. Tujuannya agar sebagai pengingat sisa uang yang dimiliki dan lama waktu mendapatkan uang kembali sehingga Anda bisa lebih berhati-hati saat mengeluarkan uang.

4. Lakukan Pengecekan dan Evaluasi Secara Berkala

Langkah terakhir dari cara mengelola keuangan dengan metode Kakeibo yitu melakukan pengecekan atas catatan atau jurnal yang sudah dibuat. Pengecekan bisa dilakukan setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan.

Jika sudah di cek, lakukan juga evaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui pos mana saja yang sudah sesuai rencana dan mana yang lewat dari rencana.

Cara mengelola keuangan ala Kakeibo ini sangat mudah diterapkan sehingga cocok untuk siapapun. Yang dibutuhkan dalam metode ini adalah kesabaran dan kedisiplinan.