Likuiditas Adalah: Memahami Definisi, Fungsi, Manfaat, serta Cara Menghitungnya

Likuiditas Adalah: Memahami Definisi, Fungsi, Manfaat, serta Cara Menghitungnya

Halo sobat Kepopedia, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Likuiditas adalah. Likuiditas adalah salah satu konsep penting dalam dunia keuangan dan bisnis. Pemahaman tentang likuiditas dapat membantu kita memahami seberapa mudah suatu perusahaan atau individu dapat mengubah aset menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pengertian likuiditas, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan pentingnya likuiditas dalam konteks keuangan dan bisnis.

Pengertian Likuiditas

Sebelum kita memahami secara mendalam mengenai likuiditas, penting untuk mengetahui definisi dasarnya. Likuiditas dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu aset untuk diubah menjadi uang tunai dengan cepat tanpa mengalami kerugian signifikan dalam hal nilai pasar. Dengan kata lain, likuiditas mengukur sejauh mana suatu aset dapat dengan mudah diperdagangkan dan diubah menjadi uang tunai.

Kemampuan untuk mengubah aset menjadi uang tunai secara cepat sangat penting dalam situasi keuangan yang darurat atau ketika perlu memenuhi kewajiban finansial yang mendesak. Misalnya, jika sebuah perusahaan menghadapi krisis likuiditas, likuiditas yang rendah dapat menghambat kemampuannya untuk membayar hutang atau memenuhi kewajiban keuangan lainnya. Oleh karena itu, likuiditas yang baik sangat dihargai dalam dunia bisnis.

Merujuk pada definisi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), likuiditas adalah kemampuan untuk memenuhi seluruh kewajiban yang harus dilunasi segera dalam waktu singkat.

Sedangkan menurut Corporate Financial Institute, likuiditas adalah tingkat efektifitas atau kemudahan suatu aset untuk dapat diubah menjadi uang tanpa mempengaruhi harga pasarnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa likuiditas merupakan ukuran terkait seberapa mudah dan memungkinkan bagi perusahaan dalam memenuhi jangka pendeknya seperti hutang usaha, pembayaran gaji karyawan, atau pajak. Hal ini tentunya berkaitan dengan pentingnya memiliki aset yang mudah diuangkan, atau biasa dikenal dengan nama aset lancar.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas

Likuiditas Adalah: Memahami Definisi, Fungsi, Manfaat, serta Cara Menghitungnya

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat likuiditas suatu aset atau entitas keuangan. Mari kita lihat beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan:

1. Permintaan dan Penawaran

Permintaan dan penawaran dalam pasar finansial dapat secara langsung mempengaruhi likuiditas. Semakin tinggi permintaan akan suatu aset, semakin mudah aset tersebut dijual dan diperdagangkan, dan oleh karena itu, semakin tinggi likuiditasnya. Sebaliknya, jika penawaran aset rendah, likuiditasnya mungkin terpengaruh karena sulit menemukan pembeli potensial.

2. Jenis Aset

Jenis aset juga dapat mempengaruhi tingkat likuiditasnya. Beberapa aset, seperti uang tunai dan saham yang diperdagangkan secara aktif di pasar, cenderung memiliki likuiditas yang tinggi. Di sisi lain, aset yang lebih kompleks atau tidak likuid, seperti properti atau barang seni yang jarang diperdagangkan, mungkin memiliki likuiditas yang lebih rendah.

3. Waktu Pelunasan

Waktu yang diperlukan untuk melunasi suatu kewajiban atau mengonversi aset menjadi uang tunai dapat mempengaruhi tingkat likuiditas. Semakin cepat aset dapat diubah menjadi uang tunai, semakin tinggi likuiditasnya. Sebagai contoh, uang tunai adalah aset yang paling likuid karena dapat digunakan segera tanpa memerlukan waktu konversi.

4. Keuangan Perusahaan

Kesehatan keuangan suatu perusahaan juga memainkan peran penting dalam menentukan likuiditasnya. Jika perusahaan memiliki arus kas yang stabil, cadangan kas yang cukup, dan tingkat utang yang terkendali, kemungkinan besar perusahaan tersebut memiliki likuiditas yang baik. Namun, jika perusahaan menghadapi kesulitan keuangan, likuiditasnya dapat terpengaruh negatif.

Pentingnya Likuiditas dalam Konteks Keuangan dan Bisnis

Pentingnya Likuiditas dalam Konteks Keuangan dan Bisnis

Likuiditas memiliki peran yang krusial dalam keuangan dan bisnis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa likuiditas penting:

1. Menjaga Kesehatan Keuangan

Likuiditas yang baik dapat membantu menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Dengan likuiditas yang memadai, perusahaan dapat membayar kewajiban jangka pendeknya, seperti tagihan dan gaji karyawan, tanpa kesulitan. Likuiditas yang rendah, di sisi lain, dapat menyebabkan perusahaan menghadapi masalah keuangan dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

2. Kesempatan Investasi

Likuiditas yang tinggi memberikan perusahaan kesempatan untuk melakukan investasi yang menguntungkan. Dengan memiliki dana yang cukup tersedia, perusahaan dapat merespons peluang bisnis baru atau mengambil keuntungan dari penurunan harga aset yang berpotensi menguntungkan.

3. Kredibilitas dan Kepercayaan

Likuiditas yang baik juga berkontribusi pada kredibilitas dan kepercayaan perusahaan di mata pihak-pihak eksternal, seperti investor, pemberi pinjaman, dan mitra bisnis. Perusahaan dengan likuiditas yang kuat menunjukkan bahwa mereka mampu memenuhi kewajiban keuangan mereka secara tepat waktu, yang dapat meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.

4. Keputusan Manajerial yang Lebih Baik

Manajer perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik ketika mereka memiliki informasi yang akurat tentang likuiditas perusahaan. Informasi mengenai likuiditas dapat membantu manajer dalam merencanakan strategi keuangan jangka pendek dan mengelola risiko keuangan dengan lebih efektif.

5. Kestabilan Operasional

Likuiditas yang cukup juga memungkinkan perusahaan menjaga stabilitas operasional. Dengan memiliki dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan keuangan yang serius.

Apa Saja Urutan Likuiditas Aset?

Untuk memberikan gambaran mengenai seperti apa aset yang likuid, berikut merupakan contoh urutan likuiditas dari beberapa jenis aset yang dimiliki:

  1. Uang Tunai
  2. Mata uang asing
  3. Obligasi pemerintah
  4. Kewajiban perusahaan
  5. Saham
  6. Komoditas
  7. Karya Seni

Dari tujuh urutan aset lancar di atas, dapat dilihat bahwa uang tunai menempati urutan pertama, yang tentu saja artinya memang merupakan aset yang paling likuid. Urutan kedua ditempati oleh mata uang asing yang juga bisa menjadi rupiah.

Di urutan berikutnya ada obligasi, saham, dan komoditas yang juga tidak sulit mengkonversinya menjadi uang tunai. Untuk mendapatkan harga yang bagus mungkin harus menunggu waktu yang tepat, namun tetap bisa dengan mudah disesuaikan menjadi uang tunai.

Terakhir, aset yang kurang likuid adalah karya seni. Aset ini tidak bisa dengan mudah di jual di pasar bebas, karena pangsa pasar karya seni memang sangat khusus.

Bagaimana Cara Mencapai Likuiditas yang Baik?

Dalam dunia bisnis ada ilmu tentang manajemen likuiditas yang mengatur tentang bagaimana cara mencapai likuiditas yang baik. Secara garis besar yang dibahasa dalam manajemen likuiditas adalah dua hal berikut:

1. Cara Memperkirakan Kebutuhan Dana

Perhitungannya berasal dari berapa dana yang dapat dihimpun (aliran masuk deposito), berapa dana yang harus disalurkan (aliran dana keluar), serta apa saja komitmen pembiayaan yang dimiliki (komitmen pembiayaan)

2. Cara Bank Memenuhi Kebutuhan Likuiditasnya

Bank merupakan salah satu lembaga yang harus memiliki likuiditas yang baik agar keberlangsungan operasionalnya terjaga. ua kewajiban, atau melakukan diversifikasi sumber dana.

Apa Fungsi Likuiditas?

Selain mencerminkan kondisi perusahaan yang sehat secara finansial karena bisa memenuhi kewajiban jangka pendeknya, likuiditas memiliki fungsi lain, diantaranya:

  1. Perusahaan dapat merasa yakin akan kondisi keuangannya, ketika dihadapkan pada keperluan dana yang mendadak
  2. Likuiditas yang tinggi menjadi salah satu daya tarik investor untuk memberikan kerugian dana
  3. Memiliki likuiditas yang tinggi berarti perusahaan memiliki alat pendukung untuk operasional sehari-hari
  4. Likuiditas yang tinggi menjadi salah satu tolak ukur manajemen dalam mengawasi efisiensi modal perusahaan
  5. Dengan likuiditas yang tinggi, perusahaan memiliki analisa dan interpretasi yang lebih baik terhadap posisi keuangan perusahaan
  6. Dengan memiliki likuiditas yang tinggi, perusahaan dapat leluasa melakukan pengembangan kualitas karyawan

Apa Manfaat Mengetahui Likuiditas dalam Bisnis?

Setelah memahami fungsi likuiditas, selanjutnya perlu dipahami manfaat likuiditas di dalam operasi bisnis, yaitu:

  1. Perusahaan dapat mengalokasikan cadangan kas atau dana darurat

Dengan mengetahui posisi likuiditas, perusahaan dapat mengevaluasi apakah memiliki cadangan kas yang cukup. han pembiayaan jangka pendek masing-masing.

  1. Perusahaan dapat menyeimbangkan antara investasi likuid dan tidak likuid

Memiliki aset likuid terlalu banyak juga tidak efektif dalam bisnis. Hal ini bisa diartikan bahwa ada modal kerja yang mengganggu dan tidak dimanfaatkan untuk diputar di dalam bisnis. Untuk itu dengan mengetahui likuiditas, usahaan dapat mengevaluasi kembali porsi investasi yang telah dilakukan.

Apa itu Rasio Likuiditas?

Bagaimana caranya mengetahui bahwa sebuah perusahaan memiliki likuiditas yang baik?

Caranya adalah dengan mengukur rasio likuiditasnya.

Rasio likuiditas adalah pengukuran terhadap kemapuan perusahaan untuk membiayai kewajiban atau hutang jangka pendeknya, dari aset yang dimilikinya. Tujuan rasio likuiditas adalah untuk mengetahui apakah perusahaan dapat menyelesaikan kan kewajibannya ketika jatuh tempo atau ditagih oleh pemberi hutang.

Apa Saja Jenis Rasio Likuiditas?

cara menghitung likuiditas adalah

Ada lima cara untuk menghitung rasio likuiditas. Masing-masing perhitungan akan menghasilkan skor yang disebut likuiditas, yang memiliki arti:

  1. indeks likuiditas bernilai lebih dari 1 (>1) artinya memiliki likuiditas yang baik, yaitu mampu mengkonversi asetnya menjadi uang tunai dalam waktu singkat
  2. indeks likuiditas bernilai kurang dari 1 (<1) artinya perusahaan memiliki masalah dengan likuiditas, sehingga perlu menilai kembali kewajiban jangka pendeknya.

Berikut adalah lima cara menghitung rasio likuiditas:

1. Rasio Lancar (Rasio saat ini)

Rasio lancar akan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai kewajiban lancarnya dengan mengkonversi seluruh aset lancarnya. Ini akan menjual seluruh aktiva lancar dan kewajiban lancar yang dimiliki perusahaan.

Rumusnya:

Rasio Lancar = Aset Lancar / Kewajiban Lancar

2. Rasio Cepat (Rasio cepat)

Rasio cepat akan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai kewajiban lancarnya dengan mengkonversi aset lancarnya kecuali persediaan. Karena mengkonversi persediaan menjadi uang tunai membutuhkan waktu yang lebih lama, rasio ini hanya akan memasukkan uang tunai dan aset setara kas yang dimiliki dalam perhitungan.

Rumus:

Rasio Cepat = (Aset Lancar – Persediaan) / Kewajiban Lancar

3. Rasio Kas (Rasio Kas)

Kewajiban ini menuntut bahwa perusahaan hanya dapat menggunakan uang tunai dan setara kas saja untuk membayar kewajibannya.

Rumusnya:

Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) / Kewajiban Lancar

4. Rasio Perputaran Kas (Rasio Perputaran Kas)

Rasio ini akan memberikan gambaran mengenai berapa frekuensi uang kas yang diperoleh perusahaan dari pendapatan bersihnya. Cara menghitungnya adalah dengan membandingkan nilai penjualan bersih dengan total uang kas dan setara kas.

Rumus:

Rasio Perputaran Kas = Pendapatan Bersih / (Kas + Setara Kas)

5. Rasio Modal Kerja (Rasio Modal Kerja terhadap Aset)

Rasio ini akan memberikan gambaran tingkat likuiditas dari membandingkan total aset perusahaan dengan kewajiban, dibagi dengan jumlah aset.

Rumus:

WCTA = (Aset Lancar – Kewajiban Lancar) / Total Aset

Demikian penjelasan mengenai definisi, fungsi, manfaat, serta cara menghitung. Konsep likuiditas juga dapat diterapkan ke dalam keuangan pribadi lho. Karena masing-masing pribadi juga perlu menjaga tingkat likuiditasnya, hingga ketika ada kebutuhan mendesak, aset yang dimiliki dapat segera ditutup menjadi uang tunai.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang likuiditas dan pentingnya dalam konteks keuangan dan bisnis. Likuiditas adalah kemampuan suatu aset untuk diubah menjadi uang tunai dengan cepat tanpa mengalami kerugian signifikan dalam hal nilai pasar. Faktor-faktor seperti permintaan dan penawaran, jenis aset, waktu pelunasan, dan kesehatan keuangan perusahaan dapat mempengaruhi tingkat likuiditas.

Likuiditas memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan, memberikan kesempatan investasi, meningkatkan kredibilitas, membantu pengambilan keputusan manajerial yang lebih baik, dan menjaga stabilitas operasional. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan individu untuk memahami likuiditas dan mengelolanya dengan baik.

Demikianlah artikel tentang Likuiditas adalah. Kami membuka diskusi di kolom komentar, jangan lupa di share artikelnya ke teman ataupun medsos kesayangan kalian. Semoga bermanfaat!